Entri Populer

Senin, 03 Februari 2014

Cinta Harus Memiliki


Cinta Harus Memiliki*
            Tak ada gading yang tak retak. Ungkapan ini menandakan bahwa tiada manusia yang sempurna. Namun kadangkala kita selalu menuntut kesempurnaan. Memang sempurna itu indah namun tiada lagi manusia sempurna setelah Rasulullah SAW.
            Saat kita mencintai kadang kita ingin dicintai apa adanya. Akan tetapi kita tak sadar bahwa kita masih menuntut ini-itu dari orang yang mencintai kita. Apakah layak kita mengharap dicintai apa adanya sementara cinta kita masih bersyarat? Logiskah itu?
             Cinta adalah pengindah segalanya. Cinta selalu melihat sisi keindahan dan dapat menerima kekurangan. Cinta selalu mampu memaafkan. Lihatlah orang yang sedang dilanda cinta pasti hanya tahu yang indah-indah saja dari orang yang dicintainya. Pabila ada sisi kekurangan dalam diri yang dicinta, sang pecinta selalu memaklumi dan memaafkan.
            Mata cinta selalu memuliakan. Love is respect. Cinta itu menghormati. Seseorang yang sederhana akan terkesan istimewa bagi yang mencintainya. Kehadirannya selalu diharapkan. Bila ia pergi selalu dirindukan. Sang pecinta pasti respek kepada yang dicinta. Bila respek itu tak ada maka itu bukan cinta.
            Kita adalah pemuda-pemudi Islam di zaman yang sudah tua. Sejauh yang saya tahu tak ada kaum muda yang tak memiliki ketertarikan kepada lawan jenis karena memang Allah menciptakan manusia dengan bermacam-macam karakter Litaaarafuu agar mereka saling kenal-mengenal dan Allah juga menjadikan mereka berpasang-pasang Azwaajan Litaskunuu ilaiha.  Untuk itu sebagai muslim yang baik apabila rasa cinta menyapa hendaklah perasaan yang fitrah itu dijaga. Love is respect, jika cinta dia maka hormati dia. Jangan sentuh dirinya, jangan ajak dia berduaan, jangan ajari dia berpikiran kotor. Bila telah siap, khithbahlah lalu ikuti sunnah Rasul yang agung, menikahlah.
            Ingatlah, sebelum akad terucap semua keindahannya belum halal kita miliki. Sebelum akad terucap semua ekspresi cinta belum halal dicurahkan. Sebelum akad terucap semua kata-kata manis kita adalah racun bagi keimanan. Hendaklah kita menjaga ucapan, perbuatan dan hati agar cinta tetap suci. Memang cinta adalah fitrah Ilahiyah, namun bila cinta itu tak terkontrol ia akan berbalik menjadi nafsu syaithoniyah yang menjerumuskan kita ke dalam lembah kehinaan.
Kita harus sadar bahwa cinta adalah senjata ampuh syetan untuk melumpuhkan keimanan dan ketaqwaan. Lihat kisah cinta putra-putri manusia pertama di dunia yang berakhir tragis dengan terbunuhnya Habil oleh saudaranya sendiri, Qabil demi Iklima. Lihat kisah di zaman Nabiyullah Yusuf as. Seorang permaisuri raja, Zulaikha, hampir saja merelakan kehormatannya demi cintanya pada Nabi Yusuf as. Lihat kisah cinta yang paling masyhur di dunia, Romeo and Juliet. Apa alasan mereka bunuh diri? Demi cinta. Apakah Islam mengajarkan membunuh ataupun bunuh diri ketika kita tak mampu memiliki orang yang kita cintai? Naudzubillah. Cinta Romeo and Juliet bukan cinta yang fitrah lagi. Cinta mereka telah terkontaminasi oleh nafsu syaithoniyah. Lalu pantaskah kisah yang seperti itu dikagumi dan diagung-agungkan?
Zaman ini sudah semakin tua. Ibarat hari, zaman kita sudah senja. Sebentar lagi malam gelap. Kita harus membentengi diri dan berbekal cahaya agar tidak tersesat. Cahaya keimanan pada Ilahi harus kita raih demi terjaganya kesuciaan cinta. Jangan mencintai orang yang tak punya iman kecuali kita siap menginsyafkan. Inilah saatnya kita Ishlahun nafsi, berbenah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang berakhlaqul karimah. Seburuk-buruknya peringai seseorang, ia tetap menginginkan orang yang baik untuk menjadi pasangan hidupnya.
Lalu bagaimana cinta yang baik itu? Cinta yang baik adalah cinta yang disandarkan pada ridho Sang pencipta cinta itu sendiri, Allah. Bagaimana menyandarkan cinta kepada Allah? Maaf, saya tidak sedang membicarakan cinta sebagai ukhuwah dan cinta kepada tokoh. Ini adalah cinta antara dua insan berlainan jenis, satu dari kaum Adam, satu dari kaum Hawa. Dalam hal ini saya nyatakan  dengan tegas, Cinta harus memiliki dengan cara yang baik, bila cara terbaikmu tak mampu memiliki dia yang kaucinta maka berhentilah mencintainya. Bila ada pernyataan Cinta tak harus memiliki maka itu cinta yang harus dihentikan. Itu hanya cinta yang menguruskan tubuh Anda karena tak doyan makan, atau sebaliknya itu cinta yang membuat Anda obesitas karena selera makan meningkat sangat tinggi sebagai ekspresi stress akibat terluka.
Cinta harus memiliki adalah motivasi positif untuk terus bersemangat memperjuangkan calon pasangan Anda agar dapat bersatu dengan Anda dalam rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah wa Rahmah. Mengapa? Karena setiap mendengar ungkapan Cinta tak harus memiliki logika saya langsung mengatakan Itu cinta yang gagal atau itu cinta yang lemah, kata-kata itu biasanya diucapkan oleh mereka yang patah hati karena putus cinta. Putus cinta itu bukan masalah. Yang menjadi masalah adalah sudah putus tapi masih cinta. Hehe... semestinya kita berusaha memiliki cinta itu dengan cara yang baik. Kita berusaha memperjuangkan, meraih dan memiliki cinta itu dengan cara yang benar menurut  agama dan negara. Bila cara terbaik sudah digunakan, bila perjuangan cinta sudah maksimal, usaha, doa, dan tawakkal sudah dilakukan namun kita tak mampu memiliki, so... inilah saatnya kita berhenti mencintai si dia.
Tuhan terlalu kejam karena tidak mengizinkanku memiliki si dia, katanya. TIDAK. Allah begitu baik dan cinta pada kita. Ingat, cinta tak selalu dicurahkan dengan hal-hal yang manis di mata kita. Bukankah ada seorang ibu yang begitu mencintai anaknya, ia tidak enggan memberikan jamu yang sangat pahit demi kesehatan anaknya? Bukankah ibu yang menyayangi kita harus menyapih kita di usia dua tahun? Apakah itu kejam? TIDAK. Ketika saya amandel dan orang yang mencintai saya melarang saya untuk minum es, mengkonsumsi makanan yang terlalu berminyak dan pedas, lalu itu berarti dia kejam? TIDAk. Justru saya katakan dia kejam ketika membiarkan semua makanan terlarang itu saya konsumsi. Sekali lagi, cinta tak selalu dicurahkan dengan hal yang manis di mata kita. asaa an takrahuu syaian wa yajalallahu fiihi khairan katsiira, asaa an takrohuu syaian wahua khairun lakum.
Ingat, kegagalan dalam memperjuangkan cinta itu bisa jadi teguran Allah bagi kita untuk memperjuangkan cinta yang lain. Berhentilah mencintai saat tak mampu memiliki karena dia bukan hakmu lagi. Ada nasikh ada mansukh, ketika ada ayat nasikh, jangan gunakan ayat yang mansukh, ketika Anda gagal maka percayalah ada kesempatan untuk berhasil di waktu yang lain. Jangan sia-siakan waktu untuk meratapi pintu hati yang telah terkunci untuk Anda dan telah hilang kuncinya.
Cinta harus memiliki dengan cara yang diridhoi oleh-Nya. Jangan ragu untuk berhenti mencintai dia yang tak mampu Anda miliki dengan perjuangan dan cara terbaik Anda. Yang Maha Cinta akan memberikan cinta lain untuk Anda jika Anda selalu sibuk dengan ishlahun nafsi. Pabila cinta itu telah Anda miliki, jagalah amanah itu. Jaga cinta itu agar tetap pada fitrahnya. Jangan sampai cinta yang kita miliki menjadi sarana nafsu syaithoniyah untuk membinasakan kita.
Cinta suci tidak menggalaukan
Galaunya cinta suci karena takut melakukan dosa
Cinta suci selalu mengutamakan iman
Cinta suci selalu mengharap ridho Ilahi

* Nimatul Khoiriyyah_PBA V B_IAINTA
(Kamulan, 17 Januari 2014)

1 komentar: