Kerinduan
by Ni'matul Khoiriyyah
Rindu merupakan
perasaan ingin mengulang atau ingin merasakan kembali suatu peristiwa yang
pernah berlalu bersama orang tertentu dalam suasana tertentu . Tentunya yang
dirindukan adalah sesuatu yang indah dan berkesan. Hal ini biasanya diawali
dengan rasa sayang karena tidak mungkin merindu tanpa menyayangi. Seorang ibu
rindu pada anaknya karena sayang, seorang istri merindukan suaminya karena
sayang, seorang murid merindukan gurunya karena sayang, dan sebagainya.
Ada juga yang
merasa tidak menyayangi tapi merasa rindu. Ini bisa terjadi karena intensitas pertemuan
yang mula-mula sering kemudian semakin jarang bahkan bisa jadi tidak pernah
bertemu lagi. Misalnya, pada usia-usia remaja seringkali terjadi pertengkaran
dengan teman. Ada yang hobi menggoda, ada yang hobi mengganggu, ada yang jail,
ada yang usil, sehingga yang diganggu merasa kesal dan benci. Namun ketika si
pengganggu tidak lagi mengganggu, dia justru merasa rindu. Kok aku nggak
diganggu lagi ya? Kok sekarang begini ya? Nah, lho ..., kalau tidak menyayangi
kenapa merindu? Karena ada hal yang berkesan meskipun tidak sayang. Sehingga ketika
hal itu tiba-tiba menghilang, yang datang adalah kerinduan.
Kerinduan kadang
begitu menyiksa apabila obatnya sulit ditemukan. Bagi alumni, obat rindu adalah
reuni, bagi sebuah perpisahan obat rindu adalah pertemuan atau setidaknya
komunikasi jarak jauh. Apa yang terjadi jika semua obat rindu itu tidak bisa
dikonsumsi? Bukankah batin akan tersiksa? Bukankah air mata enggan bermuara? Bukankah
senyum terasa nestapa? Bukankah tawa terasa hampa?
Ada 2 hal yang bisa
menjadi penawar rindu ketika resep utama di atas tidak bisa ditebus; doa dan
tulisan.
1.
Doa
Doa merupakan salah satu cara
kita berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Doa mampu menjangkau apa yang tak
terjangkau oleh tempat dan waktu. Ketika kita merindukan seseorang namun tak
mampu mengobati kerinduan dengan berkomunikasi langsung dengannya, maka
merengkuhnya dalam doa Insya Allah akan menenangkan gejolak rindu yang
menggebu. Satu saja syarat yang harus kita penuhi dalam berdoa, “Jangan
meragukan kuasa Sang Mujibu al-Da’awaat”. Artinya, dalam berdoa kita
harus yakin bahwa doa kita akan terkabul. Kita harus yakin bahwa seindah dan
sesempurna apapun rencana maupun impian kita, Sang Khaliq-lah yang Maha tahu
dan Maha kuasa untuk menentukan dan memberikan yang terbaik untuk kita. Maka bisikkan
pada-Nya, “Robb, aku merindukannya, aku merindukan suasana itu, maka ijinkanlah
hamba-Mu ini bersua kembali dengannya, merasakan kembali keindahan itu dengan
kuasa dan iradah-Mu. Engkaulah Yang Maha Tahu mana yang terbaik untukku yang dha’if
ini. Titip mereka, Ya Robb, Engkaulah Yang mampu menjaga mereka dengan baik
dalam naungan-Mu.”
2.
Tulisan
Seseorang bisa
mendadak menjadi pujangga ketika hatinya sedang bahagia atau sedang galau dan
merindu. Artinya apa? Dalam suasana hati tertentu, seseorang memilki begitu
banyak rangkaian kata dan kalimat indah yang apabila dituangkan dalam tulisan,
beban hatinya akan berkurang. Begitu banyak inspirasi yang bertebaran ketika
kita sedang berbahagia, kata-kata cinta, kalimat-kalimat manis meluncur begitu
saja dalam benak kita. Demikian pula sebaliknya ketika sedang galau ataupu
merasa rindu, kalimat-kalimat puitis kadang meluncur begitu saja. Sayang, kan,
kalau semua itu tiba-tiba hilang dalam sekejap? Mengapa tidak menulisnya
walaupun hanya dalam diary? Setidaknya, bila kita sedang berbahagia, itu akan
mengabadikan kebahagiaan kita dan mengingatkan kita suatu hari nanti. Kita akan
tersenyum ketika membacanya. “Oh, aku pernah melewati masa-masa indah itu.” Dan
apabila kita sedang gundah, setidaknya itu bisa sedikit meringankan beban agar
tidak menggunung di hati.
Tidak menutup kemungkinan, penulis catatan ringan
ini sedang merasakan kerinduan. Iya, Nina memang sedang merindu. Ketika raga
terpisah oleh luasnya samudera, ketika jarak menjadi dinding untuk bersua,
ketika waktu menjadi penghalang sementara untuk bertemu, ketika kesempatan itu
belum menjadi jembatan, maka doa dan tulisan yang menjadi pelipur lara.
Berawal dari jumpa
Tumbuh menjadi kasih sayang
Terjaga karena setia
Teruji oleh suka duka
Bersemi dengan cinta
Merindu tuk bersua
Denganmu, keluargaku di Patani Thailand
